Friday, 30 September 2016

Zuck: Facebook Kemahalan Beli Oculus

Banyak yang mempertanyakan langkah Mark Zuckerberg saat mengakuisisi Oculus pada 2014 lalu senilai USD 2 miliar. Kini, Zuck pun mengakui kalau uang yang dikeluarkan Facebook dalam akuisisi itu terlalu besar.

Zuck: Facebook Kemahalan Beli Oculus

'Penyesalan' itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara dengan Sam Altman, Presiden Y Combinator. Dalam wawancara itu ia mengaku uang USD 2 miliar tersebut terlalu besar, dan jika ia bisa membangun platform virtual reality (VR) itu sendiri, maka uang yang dikeluarkan tak akan sampai sebesar itu.

"Kami membeli tim Oculus dengan uang yang sangat banyak. Saya melihat hal itu seperti, jika kami bekerja lebih baik dalam mempelajari kemampuan untuk membuat hal itu (VR-red) secara internal, kami mungkin tak harus melakukan hal itu (mengeluarkan banyak uang)," ujar Zuck.

Meski begitu, Zuck mengaku investasi dalam teknologi VR itu sangatlah layak. Jadi menurutnya membeli perusahaan yang paling maju dalam teknologi VR itu adalah langkah yang lebih baik ketimbang mengembangkannya sendiri.

"Tim Oculus sampai saat ini adalah yang paling ahli dalam mengerjakan masalah itu (VR), jadi ini adalah langkah besar yang paling masuk akal," tambahnya, seperti yang dikutip detikINET dari Business Insider, Kamis (18/8/2016).

Jadi secara garis besar, Zuck bukannya menganggap pembelian Oculus itu adalah sebuah kesalahan, melainkan adalah solusi yang sangat mahal dalam memenuhi hasratnya untuk masuk ke dunia VR. (asj/ash)

Sunday, 25 September 2016

Instagram Sediakan Channel Nonton Video

Instagram kini menyediakan channel khusus menonton video. Event, nama channel tersebut, memilihkan video dari berbagai acara yang sedang berlangsung dari berbagai dunia, termasuk konser, pertandingan olahraga dan lain-lain.

Instagram Sediakan Channel Nonton Video

Kategori video baru akan muncul ketika pengguna membuka Explore. Adapun video yang ditampilkan, sudah dipersonalisasi berdasarkan apa yang disukai si pengguna sehingga diklaim Instagram tidak akan mengganggu.

Seperti dikutip dari Cnet, Kamis (18/8/2016), Instagram sebelumnya sudah memperkenalkan channel 'Picked for You' pada Juni lalu. Fitur ini juga menyasar video yang disukai pengguna dan memanfaatkan algoritma untuk memilih konten dari peristiwa yang sedang berlangsung.

Event saat ini sudah dirilis, namun belum semua pengguna bisa mengaksesnya. Instagram merilis ketersediaannya secara terbatas, hingga bisa dinikmati oleh semua penggunanya di berbagai negara.

Instagram belakangan memang sedang gencar memanfaatkan konten video, sehingga jejaring sosial ini sekarang tak hanya dikenal sebagai layanan berbagi foto. Instagram bahkan memperpanjang durasi penayangan sebuah video menjadi 1 menit dari sebelumnya hanya 15 detik, sehingga pengguna bisa lebih bebas berkreasi dengan video mereka. (rns/ash)

Tuesday, 20 September 2016

CEO Bukalapak ke Mahasiswa ITB: Jadilah Bagian dari Solusi

Era kemajuan teknologi harus dilihat secara jeli dalam membuka peluang usaha. Hal ini disampaikan oleh CEO Bukalapak Achmad Zaky di hadapan ribuan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB).

CEO Bukalapak ke Mahasiswa ITB: Jadilah Bagian dari Solusi

Suntikan motivasi yang disampaikan Zaky kepada mahasiswa baru ITB di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kamis (18/8/2016), tersebut di antaranya dengan menantang para mahasiswa untuk membuat solusi yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Kemajuan teknologi bukanlah hal yang harus ditakuti. Tapi bagaimana cara memanfaatkan hal itu untuk dijadikan sebagai solusi. Zaman sekarang sejatinya jangan lagi berfokus pada mencari lahan pekerjaan, namun bagaimanan membuat sebuah solusi menciptakan usaha.

"Mahasiswa baru pertama masuk hari ini ke ITB, jadi sebuah kehormatan juga jadi pembicara di sini. ITB itu salah satu kampus terbaik, jadi bukan hanya untuk mencari kerja tapi juga nyari solusi lewat perkembangan teknologi untuk menciptakan usaha," ujarnya saat ditemui usai kegiatan Integrasi ITB 2016 di Sabuga, Kota Bandung.

Dalam seminar tersebut, Zaky yang juga alumni ITB, turut mengungkapkan tentang keadaan dan kondisi yang terjadi pada masyarakat Indonesia saat ini. Perlu ada pandangan baru, inovasi dan solusi yang dilakukan dalam menjawab permasalahan dan tantangan kondisi bangsa.

Zaky sendiri yakin jika Kota Bandung memiliki ide kreatif untuk membuat sebuah peluang bisnis dalam bidang IT dengan kurun waktu jangka panjang. Zaky mendirikan Bukalapak sejak dirinya umur 23 tahun dan telah berjalan selama enam tahun, dan hingga saat ini sudah 1 juta UKM telah bergabung jadi pelapak di situs jual beli itu.

"Saya tadi jelaskan saja secara teknis karena bidang saya dalam wirausaha jadi ayo bikin sebuah produk startup, apalagi ITB kan terkenal mahasiswanya pasti unggulan. Jadi buatlah sebuah solusi," lanjutnya.

Ia menyebut saat ini yang menjadi kendala untuk bergerak dalam bidang bisnis online, salah satunya adalah infrastruktur yang belum merata. Tentunya ini menjadi sebuah tantangan bagi para mahasiswa ke depannya, untuk mendapatkan solusi menangani masalah ini.

"Iya memang jaringan belum merata itu sebuah kendala. Jadi perlu ada perubahan pemikiran dari misalnya jalur yang umum ke jalur yang gak umum dan penuh tantangan. Tapi tantangan ini bukan hanya dalam berwirausaha saja yah," kata dia.

Apalagi menurut Zaky peluang bisnis dalam bidang online sangat menjanjikan. Semakin banyak yang bergerak dalam bisang IT, maka semakin makmur negeri ini dalam bidang teknologi (bbn/ash)

Thursday, 15 September 2016

Bukalapak Tak Segan Usir Penjual Bandel

Bukalapak baru saja menorehkan milestone sejuta pelapak. Raihan ini juga diiringi tantangan untuk terus mengawasi para pelapak dari aksi bandel, menjual barang replika misalnya.

Bukalapak Tak Segan Usir Penjual Bandel

"Sudah ada satu juta UKM yang gabung, kalau tahun 2015 kemarin baru ada sekitar 500 ribu UKM ini untuk Indonesia, kalau Jabar sendiri ada 200 ribu masing-masing satu produk yang dijual," ucap CEO Bukalapak, Achmad Zaky, saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Kamis (18/8/2016).

Untuk saat ini lapak penjualan di website miliknya yang telah berjalan selama enam tahun tersebut, masih didominasi oleh penjualan fashion dan gadget. Tak sedikit barang yang dijual adalah produk buatan tangan sendiri.

Dengan bertambahnya para UKM dari waktu ke waktu, tentu Bukalapak harus semakin giat memasang mata untuk melakukan pengawasan terhadap para penjual bandel.

"Kita pasang mata untuk penjual yang mencoba menjatuhkan citra kami (Bukalapak), dengan menjual barang-barang replika seperti gadget yang banyak kasusnya," ujar pria berkacamata ini.

Di awal-awal berdirinya Bukalapak, Zaky mengakui banyak para konsumen yang mengeluh terhadap barang yang telah dibeli karena tidak sesuai dengan pesanan atau spek yang digambarkan.

Guna mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa, pengawasan yang dilakukan oleh Bukalapak menggunakan sebuah sistem khusus.

"Kita punya sistem khusus untuk komplain dari konsumen, dan kita pasang mata buat hal ini. Kita juga biar tahu pedagang mana saja yang bandel. Karena dua sampai tiga tahun lalu banyak yang jual barang replika," terangnya.

Bila ditemukan ada barang-barang replika dijual, pihaknya akan langsung melakukan blacklist terhadap akun tersebut.

"Langsung kita blokir akunnya, kita blacklist. Karena kasusnya ada juga dulu yang beli iPhone tahunya berisi sistem Android. Termasuk kita juga akan blokir akun yang menjual obat-obatan yang tidak memiliki izin dari BPOM," tegasnya.

Terlebih saat ini sudah lebih dari sejuta UKM yang bergabung, tentu pengawasan dan tantangan bakal lebih ketat lagi. Namun konsumen tidak perlu khawatir.

"Karena ada satu juta UKM dengan statistik 0,01 persen saja artinya pasti ada sekitar 100 pedagang yang bandel. Makanya akan kita langsung tutup akunnya supaya tidak bisa lagi menipu konsumen. Karena saat ini kan zaman berubah, teknologi juga berubah pasti ada kasus baru," jelasnya.

Sementara itu, Zaky mengaku hingga kini telah memiliki 10 juta pengguna Bukalapak di seluruh IIndonesia. Tak sedikit juga banyak relawan yang menarik para UKM di berbagai kota besar untuk ikut bergabung.

"Ada 200 penggerak lapak di nasional, kalau di Kota Bandung ada sekitar delapan penggerak lapak. Mereka kayak aktivis gitu, mereka adalah pejuang untuk ngajakin UKM yang masih sembunyi-sembunyi dan belum ngerti bagaimana mereka menjual dengan sistem online yang cepat," kata dia.

Inovasi-inovasi baru dibutuhkan agar bisnis bergerak lebih cepat dalam memesan barang yang lebih praktis dan mengirim barang sesuai dengan pesanan sampai diantar ketempat tujuan.

"Dengan adanya teknologi baru bisa lebih tumbuh dan bergairah gitu, jadi perlu ada inovasi baru karena tren ini (belanja online) menarik sekali, jadi penggunaan internet khusunya para UKM bisa lebih familiar digunakan begitupun dengan konsumen dalam melakukan transaksi pembayaran agar lebih mudah dan cepat," ucapnya.

Jawa Barat sendiri disebut Zaky masuk dalam lima peringkat teratas dalam mengakses Bukalapak, baik dari segi pembeli dan penjual yang memiliki akun resmi. Bukalapak sendiri berkomitmen membantu para pelaku UKM ini agar rate penjualan mereka terus meningkat dan dipercaya masyarakat.

"Jawa Barat Top Five yah untuk kota besar di Indonesia khususnya Kota Bandung sendiri setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Jadi kita bantu agar rate lapak mereka meningkat. Kita pantau ada timbal balik kalau di kami untuk rating mereka, kalau jelek terus ratingnya ya kita keluarin," lanjutnya Zaky.

Zaki menadaskan seni berbelanja online memiliki keseruan tersendiri. Masyarakat bisa mencari barang apa yang ia mau tanpa harus mengeluarkan bensin kendaraan. (ash/ash)

Saturday, 10 September 2016

Deteksi Depresi dari Foto Instagram, Caranya?

Pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) sangat pesat. Bahkan bisa mendeteksi tingkat depresi seseorang dari foto yang diposting di akun Instagramnya. Kok bisa?

Deteksi Depresi dari Foto Instagram, Caranya?

Adalah sekelompok peneliti dari Harvard dan University of Vermont yang tengah mengembangkan teknologi AI tersebut, dengan menggunakan algoritma tertentu yang akan mengukur bermacam komponen dalam sebuah foto untuk mengukur tingkat depresi.

Akurasi AI ini diklaim sudah mencapai 70% ketika mendeteksi orang yang sudah didiagnostik depresi. Beberapa komponen yang digunakan dalam pengukuran ini adalah analisis warna, komponen metadata, dan algoritma untuk mendeteksi wajah, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (18/8/2016).

Tim peneliti ini menyebut orang dengan tingkat depresi yang tinggi cenderung menggunakan filter dengan mayoritas warna biru, abu-abu dan warna gelap lain. Atau dalam konteks Instagram, filter yang paling banyak digunakan oleh orang depresi adalah Inkwell dan Crema.

Sementara pengguna dengan suasana hati lebih gembira cenderung menggunakan warna-warna cerah, seperti filter Valencia dan X-Pro II. Meski punya tingkat akurasi tinggi, tim peneliti itu tak menyarankan metode ini sebagai pendeteksi tunggal, alias tetap harus dilakukan diagnostik menggunakan metode lain. (asj/ash)

Monday, 5 September 2016

Euforia #OwiButetBisaEmas Tembus 1,1 Juta Tweet

Perayaan 17 Agustus tahun terasa lebih istimewa dengan kemenangan pasangan ganda campuran badminton, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di Olimpiade Rio 2016.

Euforia #OwiButetBisaEmas Tembus 1,1 Juta Tweet

Meraih medali emas, rakyat Indonesia seolah mendapat kado manis di menit-menit terakhir waktu Indonesia, 17 Agustus akan berakhir. Tak heran, masyarakat Indonesia larut dalam kegembiraan ini.

Timeline berbagai media sosial dipenuhi dengan postingan dan status terkait kemenangan Tontowi dan Liliyana. Di Twitter, tercatat setidaknya ada 1,1 juta tweet terkait laga final badminton ganda campuran tersebut.

"Puncak percakapan terjadi pada 00.29 WIB dini hari tadi dengan 5.200 tweet per menit. Tagar #OwiButetBisaEmas pun sempat memasuki jajaran trending topic dunia," demikian laporan Twitter, Kamis (18/8/2016).

Sebagai platform live, Twitter merekam semua yang sedang terjadi di dunia saat peristiwa berlangsung. Kemeriahan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71 pun ikut menjadi bagian dari peristiwa yang direkam Twitter Rabu (17/8/2016) kemarin.

Hashtag #RI71 sempat bertengger di posisi nomor satu trending topic Twitter di Indonesia, sekaligus sempat memasuki deretan trending topic dunia kemarin. Twitter sendiri membuat emoticon khusus yang memungkinkan hashtag #RI71 menampilkan logo angka 71 dengan nuansa merah putih.

Tepat di perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia kali ini, Twitter juga mulai membuka akses Moments untuk para pencipta konten. Moments akan memperkaya pengalaman, engagement, dan reach di Twitter.

"Kami ingin menunjukkan bagaimana cerita dapat menjadi lebih dinamis dengan menyajikannya dari berbagai perspektif," kata Partnerships Manager Twitter Indonesia Teguh Wicaksono.

Moments menjadi sebuah cara unik untuk berbagi cerita atau momen di Twitter, yang dijelaskan melalui berbagai perspektif, kurasi berbagai tweet terbaik dari akun favorit, atau mungkin sekedar berbagi tawa. (rns/yud)